Tampilkan postingan dengan label askep keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label askep keluarga. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Desember 2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN : HIPERTENSI

Baca Juga

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Topik               :           HIPERTENSI
Sub topik        :           Hipertensi, Pencegahan Dan Penanggulangannya
Sasaran            :           Bapak S dan Keluarga
Tempat            :           Rumah Bapak S Jl. Tumapel RT 2 RW 5 Kelurahan Pagentan
Hari/Tanggal   :           Kamis, 15 Nopember 2007
Waktu             :           30 menit
 


I.                   TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Setelah mengikuti penyuluhan ini Bapak S. Dan keluarga mampu memahami tentang penyakit hipertensi dan cara pencegahan serta penanggulangannya dengan benar.

II.                TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS
Setelah mengikuti penyuluhan ini Bapak S dan Keluarga mampu :
1.         Menjelaskan pengertian hipertensi dengan benar
2.         Menjelaskan penyebab hipertensi dengan benar
3.         Menyebutkan tanda & gejala awal hipertensi dengan benar
4.         Menjelaskan tindakan yang dilakukan bila terkena hipertensi dengan benar
5.         Menjelaskan hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit hipertensi dengan benar

III.             MATERI PENYULUHAN ( terlampir )
1.         Pengertian hipertensi
2.         Penyebab hipertensi
3.         Tanda dan gejala hipertensi
4.         Tindakan yang dilakukan bila ada keluarga yang terkena hipertensi
5.         Pencegahan hipertensi


IV.             METODE
1.         Ceramah
2.         Tanya Jawab

V.                MEDIA
1.         Flip Chart
2.         Leaflet hipertensi

VI.             KEGIATAN PENYULUHAN
No.
Waktu
Langkah
Kegiatan penyuluh
Kegiatan peserta
1.
2 menit
Pembukaan
·         Mengucapkan salam
·         Menyampaikan tujuan
·         Menjawab salam
·        Memperhatikan
2.
15 menit
Penyampaian
·         Menjelaskan pengertian hipertensi
·        Menjelaskan penyebab hipertensi
·         Menjelaskan tanda dan gejala hipertensi Menjelaskan tindakan dirumah bila terdapat anggota keluarga terkena hipertensi
·         Menjelaskan cara pencegahan dan penanggulangan hipertensi
·         Memberikan kesempatan bertanya

·         Mendengarkan dan memperhatikan
·         Bertanya

 3.
3 menit

Penutup.
·         Menyimpulkan bersama
·         Memberikan umpan balik

·         Membuat  kesim
pulan tentang materi  yang telah disampaikan
·         Mendengarkan
·         Memperhatikan
·         Menjawab pertanyaan dari penyuluh



VII.          KRITERIA EVALUASI
1.      Evaluasi Struktur
·         Kesiapan materi
·         Kesiapan SAP
·         Kesiapan media : chart, Leaflet
·         Bapak S dan keluarga memperhatikan penyuluhan
2.      Evaluasi Proses
·         Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan.
·         Keluarga antusias terhadap materi penyuluhan
·         Keluarga mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara benar
3.      Evaluasi Hasil
Bapak S dan keluarga dapat :
1.         Menjelaskan pengertian hipertensi
2.         Menyebutkan penyebab hipertensi
3.         Menyebutkan 3 dari 5 tanda dan gejala hipertensi
4.         Menjelaskan Tindakan bila terkena hipertensi
5.         Menjelaskan cara pencegahan dan penanggulangan hipertensi














HIPERTENSI

a.   Pengertian  
Hypertensi  adalah  meningkatnya tekanan darah  baik tekanan  sistolik  dan  diastolic  serta  merupakan  suatu  factor  terjadinya  kompilikasi penyakitt  kardiovaskuler   (Soekarsohardi,1999  :  151) 
Hipertensi  adalah  peningkatan   tekanan  darah  sistolik  dan  diastolic  diatas standar  dihubungkan dengan  usia  (Gede Yasmin,1993 :  191 ).
Dari  definisi – definisi  diatas dapat  disimpulkan  bahwa  :
Hipertensi  adalah  peningkatan  tekanan  darah  baik  sistolik maupun  diastolic  diatas  normal  sesuai   umur  dan  merupakan salah  satu  factor  resiko  terjadinya  kompilkasi  penyakit kardiovaskuler.     
b.   Etiologi
Hipertensi  dapat dikelompokan   dalam dua  kategori :
1)         Hipertensi  primer  artinya  belum  diketahui penyebabnya  yang jelas.
Berbagai  faktor  yang  turut  berperan sebagai  penyebab hipertensi  seperti  berrtambahnya  usia , factor  psikologis ,  dan keturunan.
Sekitar   90  %  hipertensi  tidak diketahui  penyebabnya .
2)         Hipertensi  sekunder  telah  diketahui  penyebabnya  seperti stenosis  arteri  renalis,  penyakit  parekim ginjal, Koartasio aorta. Hiperaldosteron, pheochromositoma dan pemakaian oral kontrasepsi.
Adapun  factor  pencetus  hipertensi  seperti, keturunan, jenis  kelamin, umur, kegemukan, lingkungan, pekerjaan, merokok, alcohol  dan  social  ekonomi (Susi  Purwati , 2000 : 25 )

c.       Patofisiologi.
Jantung adalah  sistim pompa yang berfungsi untuk memompakan darah  keseluruh  tubuh, tekanan teresebut bergantung pada factor cardiac output dan  tekanan  peririfer. Pada  keadaan  normal  untuk  memenuhi  kebutuhan  metabolisme jaringan tubuh yang meningkat diperlukan peningkatan  cardiac   output  dan  tekanan  perifer menurun  .
Konsumsi sodium (garam )  yang berlebihan  akan  mengakibatkan  meningkatnya volume cairan dan pre load  sehingga  meningkatkan  cardiac  aouput . Dalam sistim  Renin -  Angiotensien  - aldosteron  pada  patogenesis    hipertensi, , glandula  supra renal  juga  menjadi  factor  penyebab  oleh  karena  faktor  hormon
.Sistim  Renin  mengubah angiotensin menjadi  angiotensin  I  kemudian angitensin  I  menjad angiotensin  II  oleh  Angitensi  Convertion  Ensym (ACE         )
   Angiotensin  II  mempengaruhi  Control  Nervus  Sistim  dan  nervus  pereifer  yang  mengaktifkan  sistim  simpatik  dan  menyebabkan  retensi vaskuler  perifer  meningkat . Disamping  itu  angiotensin II  mempunyai  efek  langsung  terhadap  vaskuler  smoot  untuk  vasokonstruksi  renalis. Hal  tersebut  merangsang  adrenal  untuk  mengeluarkan  aldosteron  yang  akan meningkatkan  extra  Fluid  volume  melalui  retensi  air  dan  natrium. Hal  ini  semua  akan  meningkatkan  tekanan  darah  melalui  peningkatan  cardiac  output. (Jurnlistik international cardiovaskuler,1999 )
d.            Komplikasi yang mungkin  terjadi  akibat  hipertensi  seperti , penyakit  jntung  koroner, gagal  jantung ,gagal ginjal ,kerusakan  mata, dan kerusakan pembuluh darah otak ( Sri Rahayu, 2000 : 22,23 dan patologi penyakit jantung RSUD.dr Soetomo,1997).

e.  Perawatan pada  penderita  hipertensi  adalah sebagai  berikut :
1)   Pengaturan diit
2)   Berolah raga
3)   Obat-obatan penurun takanan darah antara lain : ga secara teratur
4)   Menghilangkaan rasa  takut
a)                     Diuretik  : Hidrochlortiasid,Furosemid dll. 
b)                     Betabloker :Proparnolol, dll.
c)                     Alfabloker : Prazosin  dll.
d)                    Penghambat  ACE  : Kaptopril  dll.
e)                     Antagonis Kalsium : Diltiasem  dll.(farmakologi FKUI,1995)
f.  Nutrisi
Dalam merencanakan menu makanan untuk penderita hipertensi ada beberapa factor yang perlu  diperhatikan yaitu  keadaan berat badan,  derajat hipertensi,aktifitas dan ada tidaknya komplikasi. Sebelum pemberian nutrisi pada penderita hipertensi ,diperlukan  pengetahuan tentang jumlah kandungan  natrium dalam bahan makanan. Makan biasa ( untuk orang sehat rata-rata mengandung 2800 – 6000 mg per hari ). Sebagian besar  natrium  berasal dari  garam dapur.  
Untuk mengatasi tekanan darah tinggi harus selalu memonitor kadaan tekanan darah serta cara pengaturan makanan sehari-hari. Secara garis besar ada 4 (empat) macam diit untuk menanggulangi atau minimal mempertahankan tekanan darah yaitu :
1)      Diet rendah garam
Diet  rendah garam pada hakekatnya merupakan diet dengan mengkonsumsi
Makanan tanpa garam.Garam dapur mempunyai  kandungan 40% Natrium.
Sumber sodium lainnya antara lain makanan yang mengandung soda kue, baking powder,  MSG (Mono Sodium Glutamat),Pengawet makanan atau natrium bensoat biasanya terdapat dalam saos,kecap,selai,jelli,makanan yang terbuat dari mentega.
Penderita tekanan darah tinggi yang sedang menjalankan diet pantang garam memperhatikan hal sebagai berikut :
a)                           Jangan menggunakan garam dapur
b)   Hindari makanan awetan seperti kecap, margarie, mentega, keju, trasi, petis, biscuit, ikan asin, sardensis, sosis dan lain-lain.
c)   Hindari bahan makanan yang diolah dengan menggunakan bahan makanan tambahan atau penyedap rasa seperti saos.
d)  Hindari penggunaan beking soda atau obat-obatan yang mengandung sodium.
e)   Batasi minuman yang bersoda seperti cocacola, fanta, seperait
2)      Diet rendah kolesterol / lemak.
Didalam tubuh terdapat tiga bagian lemak yaitu kolesterol, trigliserida, dan pospolipid. Sekitar 25 – 50 % kolesterol berasal dari makanan dapat diarsorbsi oleh tubuh sisanya akan dibuang lewat faeces. Beberapa makanan yang mengandung kolestero tinggi yaitu daging, jeroan, keju keras, susu, kuning telur, ginjal, kepiting, hati dan kaviar. Tujuan diet rendah kolesterol adalah menurunkan kadar kolestero serta menurunkan berat badan bila gemuk. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengatur nutrisi pada hypertensi adalah :
a)      Hindari penggunaan minyak kelapa, lemak, margarine dan mentega.
b)      Batasi konsumsi daging, hati, limpa dan jenis jeroan.
c)      Gunakan susu full cream.
d)     Batasi konsumsi kuning telur, paling banyak tiga butir per minggu.
e)      Lebih sering mengkonsumsi tahu, tempe, dan jenis kacang-kacang lainnya.
f)       Batasi penggunaan gula dan makanan yang manis-manis seperti sirup, dodol.
g)      Lebih banyak mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah – buahan.
3)      Diet kalori bila kelebihan berat badan. Hypertensi tidak mengenal usia dan bentuk tubuh seseorang. Meski demikian orang yang kelebihan berat badan akan beresiko tinggi terkena hypertensi. Salah satu cara untuk menanggulanginya dengan melakukan diet rendah kalori, agar berat badannya menurun hingga normal. Dalam pengaturan nutrisi perlu diperhatikan hal berikut :
a)      Asupan kalori dikurangi sekitar 25 % dari kebutuhan energi atau 500 kalori untuk penurunan 0,5 kg berat badab per minggu.
b)      Menu makanan harus seimbang dan memenuhi kebutuhan zat gizi.
c)      Perlu dilakukan aktifitas olah raga ringan.
Contoh menu untuk penderita hypertensi :
1 piring nasi ( 100 gram ), 1 potong daging ( 50 gram ), 1 mangkok sup ( 130 gram ), 1 potong tempe ( 50 gram ), 1 potong pepaya ( 100 gram ), ( Sri Rahayu, 2000 ).


Jumat, 02 Desember 2016

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA : HIPERTENSI dan NYERI

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA : HIPERTENSI dan NYERI

Baca Juga

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA
PADA KELUARGA bapak r
TUMAPEL BARAT  RT : 03 / RW : 05 KEL. PAGENTAN

Pengkajian (Tanggal 26 Nopember  2007)

A.    Data Umum

1.   Nama KK         : Bapak R
2.   Umur                : 40 Tahun
3.   Alamat             : RT 03 RW 05 Tumapel Barat Kel. Pagentan
4.   Pendidikan       : SMA
5.   Pekerjaan        : Swasta
6.   Agama                         : Islam
7.   Komposisi Keluarga :
No
Nama
Jenis Kelamin
Hubungan
Usia
Pekerjaan
Pendidikan
1
Ibu W
P
Nenek
75 th
Tidak Bekerja
Tidak Sekolah
2
Bpk R
L
KK
40 th
Swasta
SMA
4
Ibu S
P
Istri
 38 th
IRT
SMP
5
Anak P
P
Anak
18 th
Blm bekerja
SMA
6
Anak F
P
Anak
15 th
Blm bekerja
SMP




8.  Bentuk Keluarga
Keluarga dengan bentuk “Extended Family” sebab susunan anggota keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu, anak dan bibi.
9.    Latar belakang budaya atau suku
Bapak R berasal dari suku jawa. Budaya yang digunakan sebagai dasar sehari – hari adalah budaya jawa. Bahasa yang digunakan sehari – hari adalah bahasa jawa tetapi anggota keluarga juga lancar menggunakan bahasa lndonesia.
10.     Agama
Seluruh anggota keluarga Bapak R menganut agama islam. Mereka kadang – kadang sholat Maghrib berjamaah di rumah, sedangkan yang lain biasanya dikerjakan sendiri –sendiri dan jarang berjamaah di masjid. Bapak R dan ibu S sering mengikuti pengajian yang dilakukan setiap hari jum’at dikampung, sedang ibu W mengikuti kegiatan tahlilan tiap hari kamis.
11.     Status Sosial Ekonomi
Bapak R bekerja sebagai Tukang ojek yang berfungsi sebagai pencari nafkah utama dalam keluarga, Ibu S tidak bekerja, ia berperan sebagai ibu rumah tangga yang setiap hari mengurusi rumah dan keluarga, sedangkan ibu W tidak bekerja karena faktor usia.
16.     Aktivitas rekreasi keluarga.
Keluarga bapak R jarang melakukan rekresi kesuatu tempat tertentu. Biasanya setiap 1 atau 2 bulan sekali  keluarga bapak R pergi menggunjungi ibu dari ibu S di Pakis malang. selain itu sebagai hiburan di rumah keluarga bapak R cukup dengan menonton TV.
B.     Riwayat perkembangan keluarga
  1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga saat ini adalah keluarga dengan anak remaja karena anaknya berada pada usia 15 tahun yang kini duduk dibangku SMP.
  1. Tugas Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tugas perkembangan keluarga dengan anak remaja :
a.    Meningkatkan fleksibilitas ikatan keluarga termasuk kebebasan anak.
b.    Mengubah pola hubungan anak-orang tua untuk mengijinkan anaknya keluar dari system.
c.    Memfokuskan kembali kehidupan pertengahan pernikahan (midlife-marital) dan isu karir.
d.    Memulai perubahan untuk membantu merawat generasi yang lebih tua.
  1. Riwayat Keluaraga Inti
Bapak R dan Ibu S menikah dengan keinginan mereka sendiri tanpa melalui perjodohan orang tua. Pacaran hanya berlangsung singkat dan setelah mereka cocok mereka memutuskan untuk menikah
  1. Riwayat Keluarga Inti
Orang tua bapak R sudah meninggal dunia. Orang tua Ibu S yang masih hidup ibunya dan tidak mempunyai riwayat penyakit kronis atau khusus seperti jantung, paru maupun ginjal, sedangkan ibu W adalah bibi dari Tn. R dan ibu W tidak memilki anak.
C.     Data Lingkungan
1.    Karakteristik Rumah
·         Dinding rumah
Terbuat dari batu bata yang dilapisi semen (tembok permanen)
·         Ventilasi
Rumah cukup mendapat ventilasi (= 15%). Jendelanya selalu dibuka setiap pagi dan ruangan terlihat cukup terang.
·         Lantai
Terbuat dari lapisan semen (plester) namun tertutup dengan karpet plastik. Pada bagian dapur lantainya dari semen kasar. Kebersihan cukup dijaga dan mempunyai kebiasaan tidak menggunakan alas kaki dalam rumah kecuali diruang belakang.
·         Sirkulasi air
Sudah cukup baik, sudah mempunyai lubang sendiri diluar rumah yang tertutup untuk tempat penampungan air dan sudah ada selokan tempat untuk mengalirkan air ketempat pembuangan.
·         Kamar tidur
Mempunyai 3 kamar tidur dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup pada kamar no 1 dan 2. Sedangkan  pada kamar 3 pencahayaannya tampak gelap karena jendela berhadapan dengan rumah tetangga.
·         Jarak kamar mandi. WC dan bak Penampungan air
Bpk R tidak memiliki WC, BAB dan mencuci di sungai. Kamar mandi dikuras setiap seminggu sekali dsan tidak terdapat jentik – jentik dibak mandi, kamar mandi hanya digunakan oleh keluarga bapak R.
·         Status rumah : Milik sendiri
·         Denah rumah



2.    Karakteristik tetangga dan komunitas RW
Sebagai warga penduduk asli malang (suku jawa) dengan mata pencaharian sebagai pekerja pabrik. Jarak antara rumah rapat dan beberapa rumah tidak memilki pekarangan dan halaman depan. Semua penduduk teutama tetangga yang berdekatan seperti saudara sendiri. Ibu – ibu sering berkumpul pada sore hari untuk mengobrol.
3.    Perkumpulan keluarga dan interaksi dengan masyarakat
Keluarga bpk R termasuk anggota masyarakat yang cukup aktif dalam mengikuti kegiatan masyarakat seperti pengajian.  Sedangkan anak U dan S tampak sering berkumpul dengan teman – temannya.

B.     Struktur Keluarga
  1. Pola komunikasi
Pola komunikasi keluarga bersifat terbuka. Bila ada masalah selalu dibicarakan dengan anggota keluarga yang lain dan pengambilan keputusan sangat demokratis yaitu dengan musyawarah untuk mendapat keputusan yang terbaik
  1. Struktur kekuatan
Keputusan yang diambil berdasarkan hasil musyawarah bersama diman stiap anggota keluarga mempunyai hak yang sama untuk mengemukakan pendapatnya. Tidak ada salah satu anggota keluarga yang dominan dalam menentuklan keputusan.
  1. Struktur peran
Sebagai kepala keluarga dan pencari nafkah untuk menghidupi keluarganya adalah bapak R tetapi tidak jarang bapak K turut membantu mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ibu S sebagai ibu rumah tangga yang menggurus pekerjaan rumah. Dan anak  U dan S biasa bermain dengan anak tetangganya dan belajar dirumah, ibu W sebagai nenek membantu mengerjakan pekerjaan rumah seperti menyapu.
  1. Nilai – nilai keluarga
Keluarga mengikuti budaya sopan santun yang berlaku dimasyarakat seperti anak –anak harus hormat pada orang tua, bersalaman dengan tamu yang berkunjung dan sebagainya.

C.     Fungsi keluarga
  1. Fungsi afektif
Semua anggota keluarga saling menghormati dan menghargai, komunikasi selalu dilakukan secara terbuka, tidak ada masalah yang selalu dipendam dan semua langsung dibicarakan. Anak – anak lebih dekat dengan ibunya.
  1. Fungsi sosiallisasi
Sosialisasi keluarga dan tetangga sangat baik. Anak – anak sering keluar masuk rumah tetangga, demikianb pula sebaliknya. Anak – anak aktif diperkumpulan seperti sepak bola baik disekolah dan dikampungnya. Bpk R dan Ibu S biasanya juga mengikuti kegiatan pengajian dikampung. Ibu S sering berkumpul dengan ibu – ibu dekat rumahnya. Sedangkan Ibu W jarang keluar rumah dan lebih sering beristirahat dirumah.
  1. Fungsi perawatan kesehatan
Keluarga bapak R sangat memperhatikan kesehatan anggota keluarganya. Setiap anggota keluarga yang sakit selalu dibawa ke mantri atau RS untuk mendapat pengobatan. Keluarga bapak R menggunakan fasilitas Askes Gakin jika ada anggota keluarga yang rawat inap di RS.
·         Bapak R mengatakan akhir – akhir ini sering mengeluh pusing, bpk R adalah perokok dan tiap hari habis 1 bungkus. Bpk R bertanya kenapa tekanan darah buleknya tidak turun – turun dan apakah ada obat dan cara agar tekanan darah bibinya bisa cepat turun. Bpk R juga bertanya apakah tekanan darahnya termasuk tekanan darah tinggi.
Saat pengkajian diperoleh :
TD : 150/90 mmHg, Nadi : 80 x / mnt, RR : 20 x / mnt
·         Ibu S mengatakan kakinya sering linu – linu terutama jika kecapaian dan ibu S saat ini tidak mengeluhkan pusing dan tidak mempunyai riwayat tekanan darah tinggi.
Saat pengkajian :
TD : 110/70 mmHg, Nadi : 84 x / mnt, RR : 18 x / mnt
·         Ibu W mengatakan setelah dari posyandu lansia dan minum obat badannya lebih enakan, tapi masih sering pusing
TD : 180/90 mmHg, Nadi : 74 x / mnt, RR : 18 x / mnt
·         Anak –anak saat ini tidak mempunyai masalah kesehatan.

D.     Stres Dan Koping Keluarga
1.    a. Stres jangka pendek
    Bapak R binggung dengan penyakit yang dialami buleknya, tekanan darahnya yang juga tinggi dan bagaimana     rematik istrinya bisa hilang.
b. Stres jangka panjang
    masalah jangka panjang yang dialami keluarga adalah bapak R takut penyakit yang dialami bibinya bertambah parah dan pengobatan yang memerlukan biaya yang banyak sementara pencari nafkah hanya bapak R sendiri.
2.    Kemampuan keluarga untuk berespon terhadap masalah
Jika terdapat masalah dalam pengambilan keputusan, maka keluarga akan menyelesaikan secara demokratis. Mengenai masalah bapak R dan ibu W bertekat melakukan kontrol rutin ke bidan, posyandu lansia atau puskesmas terdekat.
3.    Srtategi koping yang digunakan
Keluarga selalu mendiskusikan setiap masalah yang dihadapi. Semua masalah langsung dibicarakan tanpa dipendam terlebih dahulu. Tidak ada sikap yang dominan dalam pengambilan keputusan. Keputusan yang diambil adalah yang terbaik menurut keluarga.
4.    Srategi koping disfungsional
Tidak terdapat masalah pada koping yang digunakan keluarga dalam pengambilan keputusan. 

ANALISA DATA
No
Data
Masalah
1
Subyektif :
·     Bapak R mengatakan bingung dengan darah tinggi  yang dialaminya, dan tidak tahu apa penyebabnya.
·     Bapak R mengatakan tidak tahu pengaturan makan untuk dirinya dan bibinya serta obat yang tepat
·     Ibu W mengatakan sudah minum obat kenapa tekanan darahnya masih tinggi.
Obyektif :
·     Bapak R banyak bertanya tentang penyakit bibinya dan penyakitnya.
·     Bapak R bertanya apakah penyakit bibinya dan penyakitnya bisa sembuh.
·     Bapak R bertanya tentang makanan apa saja yang diperbolehkan.
·     Kesehatan Bpk R TD : 150/90 mmHg, Nadi : 80 x / mnt, RR : 20 x / mnt
·     Kesehatan Ibu W TD : 180/90 mmHg, Nadi : 74 x / mnt, RR : 18 x / mnt
Kurang pengetahuan kesehatan tentang penyakit Hypertensi pada keluarga bapak R terutama pada bapak R dan ibu W.
2
Subyektif :
·     Ibu S mengatakan bahwa kakinya sering terasa linu sudah sekitar 2 bulan ini terutama jika kecapekan.
·     Ibu S mengatakan biasanya suka memberi balsam pada kakinya yang tersaa linu.
·     Ibu S mengatakan suka makan kacang-kacangan.
Obyektif :
·     Ibu S mengelus kakinya yang terasa sakit.
·     Ibu S pelan-pelan saat berjalan.
·     TD : 110/70 mmHg
·     N : 84x/mnt, RR : 18x/mnt
Gangguan rasa nyaman nyeri sendi pada keluarga bapak R terutama pada ibu S.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.    Kurang pengetahuan kesehatan tentang penyakit Hypertensi pada keluarga bapak R terutama pada ibu W dan bapak R.
2.    Gangguan rasa nayaman nyeri sendi pada keluarga bapak R terutama pada ibu S.

SKALA PENENTUANPRIORITAS ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

Kriteria
Bobot
Diagnosa 1
Diagnosa 2
Sifat masalah
3/3 x 1 = 1
2/3 x 1 = 2/3
Kemungkinan masalah dapat dipecahkan
1/2 x 2 = 1
1/2 x 2 = 1
Potensi untuk dicegah
2/3 x 1 = 2/3
2/3 x 1 = 2/3
Menonjolnya masalah
1/2 x 1 = 1/2
2/2 x 1 = 1
Total
3,1
3,2
DIAGNOSA KEPERAWATAN KELUARGA
Berdasarkan prioritasnya diperolah diaognosa sebagai berikut :
1.    Kurang pengetahuan kesehatan tentang penyakit Hypertensi pada keluarga bapak R terutama pada bapak R dan ibu W.
2.    Gangguan rasa nyaman nyeri sendi pada keluarga bapak R terutama pada ibu S.
RENCANA INTERVENSI
Diagnosa 1
1.    Tujuan
·         Tujuan Umum
Keluarga mampu memahami pencegahan dan mengurangi resiko perkembangan atau komplikasi Hypertensi.
·         Tujuan Khusus
1.    Keluarga mampu mengenal penyakit Hypertensi dengan :
·         Menjelaskan pengertian penyakit Hypertensi.
·         Menyebutkan penyebab penyakit Hypertensi.
·         Menyebutkan tanda dan gejala penyakit Hypertensi.
·         Menyebutkan pengobatan dan pencegahan penyakit Hypertensi.
2.   Keluarga mampu mengambil keputusan utnuk mencegah terjadinya perkembangan atau komplikasi Hypertensi dengan :
·         Mengetahui komplikasi dari penyakit Hypertensi.
·         Mengambil keputusan untuk mengambil langkah-langkah utnuk mengurangi resiko perkembangan penyakit Hypertensi.
            3.   Keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan dengan :
·         Menyebutkan jenis pelayanan kesehatan.
·         Menyebutkan manfaat pelayanan kesehatan.
·         Memanfaatkan fasiltas pelayanan kesehatan.
2.    Intervensi
·         Diskusikan bersama keluarga pengertian dari penyakit Hypertensi setelah itu meminta keluarga untuk mengulang kemudian beri reinforcement.
·         Diskusikan penyebab penyakit Hypertensi kemudian minta kembali keluarga. untuk menyebutkan kembali dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Diskusikan tentang tanda dan gejala penyakit Hypertensi bersama keluarga kemudian minta kembali keluarga untuk menyebutkan kembali dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Diskusikan tentang upaya-upaya pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit Hypertensi bersama keluarga kemudian minta kembali keluarga utnuk menyebutkan kembali dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Diskusikan mengenai komplikasi penyakit Hypertensi bersama keluarga kemudian minta kembali keluarga utnuk menyebutkan kembali dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Bimbing keluarga untuk mengambil keputusan untuk mencegah terjadinya komplikasi penyakit Hypertensi dengan rutin ke petugas kesehatan.
·         Diskusikan jenis pelayanan kesehatan, fasiltas yang diberikan dan manfaat yang diperoleh oleh anggota keluarga dari keberadaan pelayanan kesehatan, minta kembali anggota keluarga untuk menyebutkan ulang serta berikan reinforcement.
Diagnosa 2
1.    Tujuan
·         Tujuan Umum
Keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan nyeri sendi.
·         Tujuan Khusus
1.    Keluarga mampu mengenal masalah nyeri sendi dengan :
·         Menjelaskan pengertian nyeri sendi.
·         Menjelaskan penyebab nyeri sendi.
·         Menyebutkan tanda dan gejala nyeri sendi.
·         Menjelaskan pencegahan dan penatalaksanaan nyeri sendi.
2.    Keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan nyeri sendi.
3.    Keluarga mampu memanfaatkan fasiltas kesehatan dengan :
·         Menyebutkan jenis pelayanan kesehatan.
·         Menyebutkan manfaat pelayanan kesehatan.
·         Memanfaatkan fasiltas pelayanan kesehatan.
2.    Intervensi
·         Diskusikan bersama keluarga pengertian nyeri sendi dan minta kembali keluarga untuk menyebutkan ulang dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Diskusikan bersama keluarga penyebab nyeri sendi dan minta keluarga untuk menyebutkan ulang dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Diskusikan bersama keluarga mengenai tanda dan gejala nyeri sendi dan minta keluarga untuk menyebutkan ulang dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Diskusikan bersama keluarga mengenai pencegahan dan penatalaksanaan nyeri sendi kemudian minta keluarga untuk menyebutkan ulang dan berikan pujian atas jawaban yang diberikan.
·         Diskusikan jenis pelayanan kesehatan, fasiltas yang diberikan dan manfaat yang diperoleh anggota keluarga dari keberadaan pelayanan kesehaan, minta keluarga untuk menyebutkan ulang serta berikan reinforcement.

IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Diagnosa
Implemantasi
Evaluasi
1
1.   Memberikan penyuluhan tentang penyakit Hypertensi tentang : pengertian, penyebab, klasifikasi, tanda dan gejala, dan penanganan penyakit Hypertensi.
2.   Meminta keluarga untuk menyebutkan kembali masing-masing item dari materi penyuluhan dengan memberikan pertanyaan.
3.   Memberikan reinforcement.
4.   Memberikan penjelasan mengenai komplikasi dari penyakit Hypertensi.
5.   Membimbing keluarga untuk mengambil keputusan untuk mencegah komplikasi dengan kontrol ke pelayanan kesehatan.
6.   Menganjurkan dan memotivasi untuk mau memanfaatkan pelayanan kesehatan.


S:Keluarga mengatakan akan rutin kontrol ke puskesmas dan posyandu lansia.
 O:
·      Keluarga tampak mendengarkan dengan sungguh penjelasan yang diberikan dan sesekali tampak menganguk-angguk.
·      Keluarga dapat menyebutkan dengan benar pengertian penyakit Hypertensi, penyebab, klasifikasi, tanda dan gejala, dan penanganan penyakit Hypertensi.
·      Keluarga tampak senang dengan reinforcement yang diberikan.
·      Keluarga mampu menjelaskan komplikasi dari penyakit Hypertensi.
A:   Masalah Teratasi
P: Anjurkan Kelurga untuk rajin kontrol dan menjaga diet
2
1.    Memberikan penyuluhan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, dan pencegahan nyeri sendi.
2.    Meminta keluarga untuk menyebutkan kembali masing-masing item dari materi penyuluhan dengan memberikan pertanyaan.
3.    Memberikan pujian atas jawaban yang diberikan oleh keluarga.
4.    Mengajarkan keluarga cara mengatasi nyeri sendi dengan merendam kedua kaki dengan air hangat dicampur garam.
5.    Menganjurkan keluarga untuk menjaga intake nutrisi dengan cara mengurangi makanan yang mengandung tinggi purin seperti : kacang-kacangan, melinjo, jeroan, dan makanan yang mengandung tinggi lemak.
S: Keluarga mengatakan akan berusaha menjaga makanan yang dimakan, kemudian sekarang keluarga mengatakan bahwa akan mengurangi kacang-kacangan.
O:
·      Keluarga tampak mendengarkan dengan sungguh penjelasan yang diberikan dan sesekali tampak menganguk-angguk.
·      Keluarga dapat menyebutkan dengan benar pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan nyeri sendi.
·      Keluarga tampak senang dengan reinforcement yang diberikan.
·      Keluarga mengatakan nyeri sendi agak banyak berkurang setelah dilakukan kompres dengan air hangat.
A: Masalah Teratasi
P: Anjurkan keluarga agar mengingatkan tentang diet ibu S dan merawatnya


Daftar Pustaka

Carpenito, L.J., (1999). Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan. Ed. 2 Jakarta: EGC
                           (2000). Diagnosa Keperawatan. Ed. 8. Jakarta: EGC
Doengoes, (1999). Perencanaan Asuhan Keperawatan. Jakarta: EGC
Makalah Kuliah . Tidak diterbitkan
Mansjoer, Arif., et all. (1999). Kapita Selekta Kedokteran. Fakultas Kedokteran UI: Media Aescullapius
Price, Anderson Sylvia. (1997) Patofisiologi. Ed. I. Jakarta: EGC